APEL PERINGATAN HARI SANTRI DI KECAMATAN SOOKO PONOROGO BERLANGSUNG KHIDMAT
- Oct 22, 2025
- SIGIT RAHMAT
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober disambut dengan antusiasme tinggi di Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Berbagai elemen masyarakat, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan lembaga pendidikan dibawah naungan NU, melaksanakan Apel Hari Santri dengan tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia"
Tema ini menegaskan dua peran sentral santri:
- Mengawal Indonesia Merdeka: Menunjukkan tanggung jawab santri sebagai penjaga moral, spiritual, dan ideologis bangsa, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan NKRI.
- Menuju Peradaban Dunia: Menggambarkan visi global santri untuk berkontribusi aktif di kancah internasional, membawa nilai-nilai Islam yang damai, berkeadilan, dan berkeadaban dalam menghadapi tantangan zaman.
Di Sooko, Kabupaten Ponorogo, kegiatan Apel Hari Santri Nasional pada tahun ini dilaksanakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sooko, seperti pada peringatan tahun 2024 yang dilaksanakan di tempat Wisata Bukit Marinda yang berada di Dukuh Sooko, Desa Sooko, Kecamatan Sooko kab. Ponorgo.
Apel ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam (Camat, Kapolsek, Danramil), Kepala KUA, Ketua MUI, serta pengurus NU dan badan otonomnya. Rangkaian acara meliputi penyanyian lagu kebangsaan dan Mars Hari Santri, pembacaan Ikrar Santri, doa bersama, yang di akhiri dengan kegiatan kearifan lokal yaitu genduri bersama.
Adapun Peserta yang mengikuti kegiatan Apel diantaranya dari, seluruh pengurus dan anggota Ranting NU se Kec. Sooko, MTs. As-Salam, MI Ma’arif As-Salam Sooko, TK Dharmwanita Persatuan Sooko, TK Muslimat Sooko, serta pengurus Banom NU yang ada di Kecamatan Sooko.
Pada kesempatan tersebut juga turut dilaksanakan penyerahan santunan kepada siswa berprestasi dan kurang mampu berupa uang tunai oleh LAZISNU MWC Kecamatan Sooko. Program NU-CARE LAZISNU ini diberikan kepada 16 anak, dai beberapa sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut.
Apel Hari Santri ini bertujuan untuk meneladani semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Semangat jihad kini dimaknai sebagai jihad dalam memperkuat iman, memperdalam ilmu, dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kehadiran berbagai tokoh dan ribuan peserta dalam apel ini menunjukkan besarnya peran dan kontribusi santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan pembangunan peradaban. Santri didorong untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga berinovasi dengan teknologi seiring kemajuan zaman, serta menjadi pelaku sejarah baru yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.





